Probolinggo – Kawasan wisata Gunung Bromo seharusnya tertutup bagi wisatawan selama perayaan Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2025 ternyata bocor. Dugaan pun mengarah pada keterlibatan dua tokoh penting yang disebut-sebut memberikan izin masuk bagi wisatawan tertentu.
Bukti berupa video amatir yang beredar menunjukkan percakapan antara sopir jip dan petugas di pos Cemoro Lawang. Video ini memperlihatkan bahwa pelanggaran aturan penutupan sudah terjadi sejak Senin, 31 Maret 2025.
“Misal ora oleh mlebu, tuturen wes opo jare aku ngunu (Kalau tidak boleh masuk, bilang saja sudah diizinkan oleh saya),” kata seorang sopir dalam video tersebut.
“Brati iki wes tuturen pak inggi yo (Berarti ini sudah bilang sama Pak Inggi ya),” balas petugas di pos.
“Heem, wes mulai mu isuk, mulai wingi kan ngunu (Iya, dari tadi pagi, dari kemarin juga begitu),” lanjut sopir tersebut.
Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Septi Eka Wardani, memastikan pihaknya sedang menginvestigasi kasus ini.
“Kami baru membuat laporan kejadian dan akan menindaklanjutinya. Mereka melewati akses yang seharusnya tertutup. Hanya warga lokal yang diperbolehkan masuk, dan portal di beberapa titik diduga dirusak,” jelas Septi melalui pesan singkat.
Sebelumnya, BB TNBTS telah mengeluarkan edaran resmi mengenai penutupan kawasan wisata internasional ini. Kawasan Bromo ditutup sejak 28 Maret (Hari Raya Nyepi) hingga 1 April 2025 pukul 23.59 WIB. Bromo baru bisa kembali dibuka pada 2 April 2025 pukul 00.00 WIB.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan aturan ini tak sepenuhnya ditaati. Pelaku wisata lain pun menyayangkan adanya dugaan perlakuan khusus bagi pihak tertentu.
Kasus ini menjadi perhatian serius, terutama bagi para pelaku wisata yang patuh pada aturan. Investigasi dari pihak berwenang diharapkan bisa mengungkap fakta sebenarnya dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (*)