Probolinggo – Pemungutan suara Pilkada Kabupaten Probolinggo yang berlangsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, berjalan lancar tanpa hambatan.
Proses demokrasi ini dimulai pukul 07.00 WIB dan selesai pada pukul 10.30 WIB, dilanjutkan dengan perekapan dan penghitungan suara yang juga telah selesai.
“Semua berjalan lancar, tidak ada gesekan atau hal-hal yang menonjol. Ini benar-benar pesta demokrasi,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Bayu Muhammad.
Dengan pengamanan ketat dan koordinasi menyeluruh bersama pihak keamanan, pemungutan suara di TPS ini melibatkan total 301 pemilih, yang terdiri dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 266 orang dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 31 orang.
Sebanyak 216 warga binaan menggunakan hak pilihnya, sementara 78 lainnya tidak memilih karena bukan merupakan pemilih di Kabupaten Probolinggo.
“Dari total tersebut, hanya empat orang yang memilih untuk golput atau tidak memberikan suara,” tambah Bayu.
Dalam pemilihan Bupati, pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Muhammad Haris – Fahmi AHZ, unggul dengan perolehan 153 suara, mengalahkan paslon nomor urut 1, Zulmi Noor Hasani – Abd Rasit, yang hanya memperoleh 52 suara. Terdapat 11 surat suara yang dinyatakan tidak sah.
Bayu Muhammad menegaskan bahwa suara warga binaan yang memiliki hak pilih dikawal dengan baik untuk memastikan proses berlangsung transparan dan adil.
“Seluruh warga binaan yang memiliki hak pilih telah mencoblos. Harapannya, siapapun yang terpilih dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat. Semua pihak juga diimbau untuk menerima hasil pemilu ini dengan lapang dada,” ujarnya.