Probolinggo – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, Fahmi AHZ, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru ngaji dan memperkuat pendidikan Al Qur’an di Kabupaten Probolinggo.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H yang diisi dengan Khotmil Qur’an Bil Ghaib serentak di 20 majelis di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan, Minggu (16/3/2025) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Fahmi menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mendukung acara seremonial keagamaan, tetapi juga berkomitmen pada program nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan Al Qur’an.
Menurut Wabup Fahmi, guru ngaji memegang peran penting dalam membangun generasi Qur’ani. Oleh karena itu, kesejahteraan mereka menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
“Salah satu program utama kami adalah peningkatan kesejahteraan guru-guru ngaji. Kami berharap dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan mereka, anak-anak di Kabupaten Probolinggo akan lebih mudah dalam menghafal dan mengamalkan Al Qur’an,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para guru ngaji agar mereka tidak hanya mengajarkan hafalan, tetapi juga pemahaman yang mendalam terhadap isi Al Qur’an.
Dengan begitu, ilmu yang ditanamkan kepada generasi muda tidak hanya sebatas bacaan, tetapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar di Kota Kraksaan ini bukan hanya menjadi ajang membaca dan menghafal Al Qur’an, tetapi juga refleksi bagi seluruh umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada kitab suci.
“Nuzulul Qur’an bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk memperdalam kecintaan kepada Al Qur’an serta memperkuat iman dan taqwa umat Muslim,” tegas Wabup Fahmi.
Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan pejabat daerah tersebut, Wabup Fahmi juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, jika masyarakat semakin aktif dalam kegiatan seperti ini, maka suasana religius akan semakin terasa dan berdampak positif bagi kehidupan sosial di Kabupaten Probolinggo.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, serta menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai pusat pendidikan Al Qur’an yang diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Wabup Fahmi juga mengapresiasi peran serta para hafidz dan hafidzah, baik dari Kabupaten Probolinggo maupun dari daerah lain seperti Pasuruan, Jember, dan Bondowoso, yang turut serta dalam Khotmil Qur’an Bil Ghaib.
“Kami bangga dengan para hafidz dan hafidzah yang terus bersemangat dalam menghafal dan memahami Al Qur’an. Mereka adalah aset berharga bagi daerah ini,” ungkapnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, ia optimis bahwa Kabupaten Probolinggo akan semakin maju dalam bidang pendidikan Al Qur’an dan mampu melahirkan generasi yang cinta Al Qur’an serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan kegiatan ini menjadi berkah bagi kita semua,” pungkasnya.