Probolinggo – Masyarakat Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mengambil langkah proaktif menghadapi ancaman banjir dengan mengikuti simulasi penanganan bencana.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Aipda Davit Anggun Prayudo, anggota Polsek Dringu yang juga putra asli desa tersebut.
Simulasi yang melibatkan puluhan warga ini bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat agar lebih mandiri saat banjir datang.
Dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, warga diberikan pelatihan teknis terkait langkah evakuasi, penyelamatan korban, hingga mitigasi dampak bencana.
Menurut Aipda Davit, pengalaman masa kecilnya yang kerap menghadapi banjir membuatnya sadar akan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Saya melihat sendiri bagaimana banjir merugikan warga, baik secara materi maupun psikologis. Maka dari itu, saya ingin masyarakat lebih siap dan tidak hanya bergantung pada bantuan luar,” ujarnya.
Selain pelatihan, Davit bersama pihak desa juga berencana mengajukan proposal kepada perusahaan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendapatkan dukungan berupa peralatan evakuasi, seperti perahu karet, pelampung, serta logistik darurat.
Camat Dringu, Indah Rohani, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan pentingnya membentuk keluarga tangguh bencana. Ia mengimbau warga untuk selalu menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, uang tunai, dan barang berharga yang bisa langsung dibawa saat evakuasi.
“Selain itu, kita juga harus memperhatikan kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil dalam setiap upaya mitigasi bencana,” tambahnya.
Dengan langkah preventif ini, warga Kedungdalem diharapkan lebih siap menghadapi banjir yang kerap melanda desa mereka, seperti yang terakhir kali terjadi pada Sabtu (22/2/2025) akibat luapan Sungai Kedunggaleng.