Probolinggo – Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan.
Pernyataan tersebut ia sampaikan di hadapan para pedagang dan masyarakat saat membuka kegiatan Festival Ramadan Pegadaian di stadion tersebut pada Senin (3/3/2025).
Diketahui, beberapa waktu lalu sempat ramai kabar adanya dugaan praktek pungli kepada pedagang yang melapak di area stadion ini.
Bupati yang akrab disapa Gus Haris ini, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi pungli dalam bentuk apa pun.
Ia juga mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat, terutama para pedagang yang menggantungkan penghidupan mereka di area stadion.
“Ke depan, kami tidak akan mentoleransi pungli dalam bentuk apa pun. Kasihan para pedagang. Ingat baik-baik, tidak ada toleransi untuk pungli,” tegasnya.
Selain fokus pada pemberantasan pungli, Gus Haris juga memaparkan rencana untuk memperbarui konsep Alun-alun Kota Kraksaan agar lebih hidup dan menjadi pusat aktivitas masyarakat, serupa dengan kawasan Malioboro di Yogyakarta.
“Kami ingin Alun-alun ini menjadi ikon baru sebagai Ibu Kota Kabupaten Probolinggo. Jadi nanti UMKM dan Car Free Day juga ada di sana,” tambahnya.
Komitmen ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan kondusif bagi para pedagang serta masyarakat yang beraktivitas di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan.