Probolinggo – Mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan bermanfaat, Roma Sondhuk bersama Yayasan Mukti Palapa Nusantara menggelar Tadarus Ramadan di Jalan Hasan Aminuddin, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi positif bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar mereka dapat memperkaya wawasan sekaligus mempererat kebersamaan di bulan penuh berkah.
Ketua panitia pelaksana, Abdul Hannan, menegaskan bahwa acara ini terbuka untuk umum termasuk dari kalangan aktivis dari berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dipungut biaya.
“Kami ingin memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar dan berdiskusi. Untuk kenyamanan peserta, kami juga menyediakan fasilitas buka puasa bersama,” ujarnya, Sabtu (15/3/2025).
Tadarus Ramadan ini terdiri dari tiga sesi utama. Pertama, bedah tokoh, mengupas perjalanan hidup dan pemikiran tokoh inspiratif.
Sejauh ini, peserta telah membahas sosok seperti KH. Hasyim Asy’ari dan Pramoedya Ananta Toer. Ke depan, rencananya Gus Dur dan Soekarno juga akan dikaji.
Kedua, bedah pemikiran, mendalami gagasan yang telah membentuk peradaban dan sejarah. Kemudian yang ketiga, sesi tematik dan pendidikan, membahas berbagai isu aktual dengan perspektif keilmuan.
Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, organisasi, ulama, hingga pejabat pemerintahan.
Selain sesi utama, panitia juga mengadakan Sinau Jurnalistik, kelas khusus yang memberikan keterampilan jurnalistik praktis kepada peserta.
“Sekolah jurnalistik ini menarik karena masih jarang ditemui. Kami ingin peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkannya,” tambah Abdul Hannan.
Kegiatan ini berlangsung tiga kali dalam seminggu: Sabtu, Selasa, dan Kamis, dari sore hingga malam. Selain sesi diskusi, peserta juga diperkenankan mengikuti salat tarawih dan tadarus bersama.
Sebagai penutup, panitia telah menyiapkan acara santunan anak yatim menjelang akhir Ramadan.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi semua,” pungkas Abdul Hannan.
Dengan konsep yang unik dan penuh makna, Tadarus Ramadan ala Roma Sondhuk tidak hanya menjadi ajang kajian intelektual, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan di bulan penuh berkah.