Blitar, – Seorang kakek berusia 75 tahun ditemukan tewas di aliran Sungai Lekso, Dusun Mberaden, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Selasa (21/01).
Kakek yang diketahui bernama Sunaryo Giran ini diduga meninggal dunia akibat benturan dengan batu di sungai tersebut.
Penemuan jenazah Sunaryo bermula dari kecurigaan dua warga yang sedang memancing. Mereka melihat sosok tak bergerak di aliran sungai dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah memastikan bahwa sosok tersebut adalah manusia, mereka melapor ke ketua RT setempat.
“Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di sungai dengan pakaian kaos kuning dan celana pendek cokelat. Kami segera melakukan olah TKP setelah mendapat laporan dari warga,” ujar Ipda Putut Siswahyudi, Kepala Seksi Humas Polres Blitar.
Hasil pemeriksaan polisi dan petugas kesehatan dari Puskesmas Selopuro menunjukkan bahwa korban mengalami luka di mata kiri, kepala belakang, tangan, kaki, dan kelamin. Luka-luka tersebut diduga akibat benturan dengan batu di sungai.
Sunaryo diketahui tinggal bersama cucunya yang masih berusia 16 tahun. Cucu korban mengungkapkan bahwa sang kakek memiliki penyakit pikun dan sering tersesat.
“Saya terakhir bertemu dengan kakek pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah itu saya tidak tahu kapan beliau keluar rumah,” ujar cucunya.
Korban diduga meninggal sekitar 8-12 jam sebelum ditemukan. Sebagian tubuhnya sudah kaku, namun belum menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah Sunaryo diserahkan kepada pihak keluarga yang menerima kematian ini dengan lapang dada.
“Keluarga korban ikhlas dan memahami bahwa kejadian ini murni kecelakaan,” tambah Ipda Putut.