Probolinggo – Bupati terpilih Probolinggo, dr. Mohammad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris, mendatangi rumah Musa (55), korban terdampak bencana pohon tumbang di Dusun Togur, Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, pada Senin (13/1/2025).
Kehadiran Gus Haris bertujuan untuk meninjau langsung dampak bencana yang merenggut nyawa Sari’a (64), ibu Musa.
Bencana yang terjadi pada Kamis (9/1/2025) tersebut dipicu oleh tumbangnya pohon jati besar akibat hujan deras dan angin kencang. Pohon itu menimpa rumah Musa hingga atapnya ambruk. Nahas, Sari’a yang berada di dalam rumah meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.
“Ini adalah bentuk evaluasi dan perhatian kami terhadap mitigasi bencana. Mitigasi sangat penting, terutama untuk mencegah korban jiwa dalam kejadian serupa di masa mendatang,” ujar Gus Haris.
Bupati terpilih ini juga memberikan apresiasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bergerak cepat menangani dampak bencana. “Saya senang melihat respon cepat dari OPD. Mereka datang tanpa perlu diminta, ini menunjukkan kesiapan yang baik,” tuturnya.
Lebih jauh, Gus Haris menekankan pentingnya sistem peringatan dini (early warning system) di Kabupaten Probolinggo untuk meminimalkan risiko bencana. Ia mengusulkan agar wilayah-wilayah rawan bencana seperti yang berpotensi banjir besar atau longsor dilengkapi dengan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi bahaya.
“Ke depan, daerah-daerah yang berpotensi bencana harus memiliki sistem peringatan dini. Ini akan memberikan waktu bagi masyarakat untuk bersiap dan mengurangi risiko,” tegasnya.
Kunjungan Gus Haris ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Mereka berharap langkah-langkah konkret segera diambil untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut.