Pasuruan – Proses rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawal 1446 H akan digelar hari ini, Sabtu (29/03/2025), di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Bangil, tepatnya di Gedung Mabna Abuya Hasan lantai 10. Acara ini menjadi salah satu bagian penting dalam penentuan Idulfitri.
Sekretaris Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan, Ustadz M. Rusdi, menyatakan bahwa LFNU tidak melakukan rukyatul hilal secara mandiri seperti sebelumnya di Kalikunting.
“Untuk rukyat awal Syawal 1446 H, kami akan bergabung dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan di Pondok Pesantren Dalwa Bangil,” jelasnya.
Berdasarkan perhitungan LFNU Kabupaten Pasuruan, posisi hilal berada pada -22° 33′. Dengan kondisi ini, ada kemungkinan besar bahwa Idulfitri 1 Syawal 1446 H akan dirayakan secara serentak pada hari Senin.
Data yang dihimpun oleh NU Pasuruan menunjukkan bahwa parameter hilal terkecil terjadi di Kota Merauke, Papua Selatan, dengan ketinggian -3° 24′. Sementara itu, parameter hilal terbentuk terjadi di Kota Lhoknga, Aceh, dengan ketinggian -0° 59′.
Proses rukyatul hilal ini dihadiri oleh peserta terbatas, termasuk Kemenag Kabupaten Pasuruan, Pengadilan Agama, serta perwakilan organisasi masyarakat seperti LFNU Pasuruan, LFNU Bangil, Muhammadiyah, dan LDII.
Persiapan rukyat dimulai sejak pukul 16.00 WIB, meliputi pengukuran posisi azimut hilal, pemasangan teropong, hingga penyusunan hasil perhitungan hisab awal Syawal. Semua tahapan dilakukan dengan teliti guna memastikan hasil yang akurat.
Pondok Pesantren Dalwa Bangil, tempat berlangsungnya rukyatul hilal, merupakan salah satu pesantren ternama di Pasuruan, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Al Habib Hasan Baharun pada tahun 1981 dan kini telah berkembang pesat dengan lebih dari 7.450 santri putra dan putri serta memiliki empat kampus.
Dengan sejarah panjang dan reputasi yang kuat, Ponpes Dalwa menjadi pusat pendidikan Islam yang berpengaruh di Indonesia. Kehadiran kegiatan rukyatul hilal di pesantren ini semakin memperkuat perannya dalam kehidupan keagamaan masyarakat.