Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) mengajak perguruan tinggi di Jawa Timur untuk terlibat aktif dalam pengentasan kemiskinan melalui pembentukan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM).
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari strategi besar yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Jawa Timur, bersama Jawa Tengah dan Jawa Barat, menjadi fokus utama karena angka kemiskinannya yang signifikan.
“Kami mengajak universitas dan lembaga untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam program kolaborasi bersama. Melalui LPPM, kita bisa mengkaji kebutuhan masyarakat dan menindaklanjutinya secara konkret,” ujar Robben dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.
Strategi yang diusung adalah pembangunan desa berbasis kajian ilmiah dan praktik lapangan. Nantinya, LPPM dari setiap universitas akan berperan dalam merancang program yang tepat sasaran, mulai dari riset hingga penerapan di lapangan.
Tak hanya menggandeng perguruan tinggi, Kemensos juga menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk melaksanakan program seperti Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu, Jawa Barat. Program ini bertujuan mengubah kehidupan nelayan agar lebih sejahtera melalui relokasi dan peningkatan ekonomi berbasis komunitas.
Selain itu, Kemensos juga berkolaborasi untuk mewujudkan sekolah rakyat, sebuah program yang dirancang guna memutus rantai kemiskinan dengan membentuk agen perubahan dari keluarga miskin.
Gerakan kolaboratif ini mendapatkan apresiasi luas dari kalangan akademisi, termasuk dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Islam Kediri, yang menyatakan siap mendukung penelitian hingga pemberdayaan masyarakat.
“Apa yang sudah dilakukan akan dikumpulkan dalam satu sistem, dan kita akan sepakati langkah selanjutnya. Ini memang baru awal, tapi dengan niat dan semangat bersama, target Presiden bisa terwujud,” tutup Robben Rico.
Dengan langkah konkret ini, mampukah kolaborasi Kemensos dan perguruan tinggi menjadi game changer dalam perang melawan kemiskinan? Kita tunggu hasilnya!